Malam itu, tim Maslam diundang ke sebuah masjid besar di pinggir jalan utama Bandung. Masjid dengan design yang megah itu menyambut kami dengan ramah, memberikan kesan hangat sejak awal. Setelah shalat maghrib berjamaah yang penuh khidmat, kami diarahkan ke ruang rapat untuk mempresentasikan aplikasi Maslam kepada para pengurus masjid yang sudah siap mendengarkan.

Presentasi kami dimulai dengan memperkenalkan fitur-fitur utama Maslam, seperti pencatatan ZISWAF, pengelolaan keuangan, hingga transparansi laporan yang bisa diakses oleh jamaah. Para pengurus menyimak dengan serius, bahkan aktif bertanya mengenai keamanan data dan mekanisme aplikasi. Suasana terasa penuh semangat, membuat kami yakin bahwa aplikasi ini sesuai dengan kebutuhan mereka.

Ketika adzan isya berkumandang, sesi tanya jawab selesai tepat waktu. Setelah shalat berjamaah, kami berpamitan kepada para pengurus masjid, mengucapkan terima kasih atas sambutan dan kesempatan yang diberikan. kami merasa puas atas presentasi yang berjalan lancar.

Namun, sebelum meninggalkan masjid, salah satu anggota tim kami yang mengenal dekat pengurus masjid membisikkan kabar mengejutkan. "Pak Sys, mereka sepertinya tidak akan menggunakan Maslam," katanya. Saya terkejut. "Oh, kenapa begitu?" tanyaku, mencoba menahan rasa penasaran.

"Katanya tadi, ada fitur transparansi laporan keuangan yang bisa dilihat jamaah. Masalahnya, dana operasional masjid ini sebagian besar berasal dari donatur Timur Tengah. Kalau hanya mengandalkan jamaah sekitar, memang tidak cukup. Masjid ini kan lokasinya di pinggir jalan, bukan di tengah perumahan. Mereka khawatir kalau laporan itu terlalu terbuka, bisa menimbulkan pertanyaan atau bahkan salah paham."

Saya mengangguk pelan, meskipun belum sepenuhnya memahami logika di balik kekhawatiran itu. “Oh, begitu ya. Ya sudah, kita hormati saja keputusan mereka.”

Dalam hati, kami yakin bahwa pada waktunya, lebih banyak masjid akan melihat manfaat dari aplikasi ini. Hari ini adalah satu langkah kecil dalam perjalanan panjang kami untuk membantu digitalisasi manajemen masjid.


Kunjungi kami di maslam.id