Diskusi ini dihadiri oleh tiga pengurus masjid yang masih muda, berusia sekitar 30-an, serta saya dari Maslam
Bendahara Masjid:
"Kita harus mulai menggunakan aplikasi Maslam. Dengan itu, data keuangan kita akan lebih rapi dan tertib. Gak ada lagi laporan yang tercecer atau salah hitung."
Pengurus 1:
"Hmm… saya kurang setuju. Kalau pakai aplikasi Maslam, nanti insentif kita juga bisa terlihat oleh jamaah. Gimana kalau itu malah jadi bahan pembicaraan mereka?"
Bendahara Masjid:
"Sebentar, yang terlihat kan cuma total anggarannya, bukan rincian per orang. Jadi gak ada yang tahu detail insentif masing-masing."
Pengurus 1:
"Masalahnya, jamaah kita itu donasinya kecil-kecil, ada yang seribu, dua ribu, paling besar lima ribu. Kalau mereka tahu kita dapat insentif, bisa jadi bahan obrolan. Gak enak rasanya."
Ketua DKM: (mengangguk pelan, tapi tetap diam mendengarkan)
Bendahara Masjid: (beralih pandang ke Kang Sys)
"Kang Sys, gimana menurut Kang Sys?"
Kang Sys: (tersenyum, mengambil waktu sejenak sebelum menjawab)
"Dari pengalaman saya, masjid yang terbuka soal laporan keuangan justru lebih dipercaya jamaah. Mereka jadi lebih semangat berdonasi kalau tahu uangnya dipakai untuk program yang jelas dan benar-benar dilaksanakan."
Bendahara Masjid:
"Tapi, Kang, kalau mereka tahu kita sebagai pengurus dapat insentif, gimana? Bukannya nanti malah mereka protes?"
Kang Sys:
"Sebaliknya, menurut saya, mereka malah akan menghargai transparansi kita. Mereka tahu masjid ini dikelola dengan baik, dan paham kalau pengurus juga butuh dana untuk kebutuhan sehari-hari. Pengelolaan masjid itu tugas berat, dan insentif adalah bentuk penghargaan yang wajar."
Pengurus 1: (menggeleng dengan nada skeptis)
"Saya tetap khawatir, Kang. Mental jamaah kita belum tentu siap menerima hal seperti itu."
Ketua DKM: (akhirnya angkat bicara dengan nada tenang)
"Saya paham semua pandangan ini. Tapi, keputusan ini gak bisa buru-buru."
Kang Sys: (mengangguk menghormati keputusan Ketua DKM)
-----
Setahun berlalu, pengurus masjid ini masih belum mengimplementasikan Maslam dalam pengelolaan keuangannya.
Kunjungi kami di maslam.id